Sabtu, Desember 6, 2025
BahasaPendidikanUncategorized

Dari Limbah Produksi jadi Bahan Promosi : Mahasiswa KKN UNDIP Sulap Sampah Jadi Karya Kreatif!

Blacanan, Siwalan, 13 Juli 2025 – UMKM Nafri Fashion yang dimiliki oleh Kak Ristina, konveksi khusus celana kantor pria di Pekalongan, melesat berkat program “Dari Limbah Produksi jadi Bahan Promosi” oleh mahasiswa KKN-T 15 Universitas Diponegoro (UNDIP). Bekerja langsung dengan pelaku usaha, tim KKN mengubah limbah kain tak berguna menjadi produk penambah nilai promosi yang kreatif dan fungsional, menciptakan konten TikTok yang menarik untuk pelanggan, merancang ulang katalog produk. Melalui sentuhan kreatif, mahasiswa KKN juga turut membantu UMKM menghadapi tantangan nyata, mulai dari pengelolaan limbah produksi hingga strategi pemasaran yang lebih efektif. Nafri Fashion, UMKM yang dikenal lewat lini celana pria seperti chinos dan celana formal bergaya modern, serta sukses menarik perhatian tiktok. Meski begitu, usaha ini menghadapi tantangan berupa limbah kain sisa produksi yang menumpuk dan pemasaran yang kurang optimal akibat minimnya konten dengan model pria, sehingga membatasi daya Tarik bagi konsumen muda dan professional.

Tim KKN UNDIP di bawah bimbingan Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., Riris Tiani, S.S., M.Hum,  dan Dr. Nailul Fauziyah, S.Psi., M.Psi. ini, menghadirkan solusi melalui tiga luaran: produk daur ulang, konten TikTok, dan pembaharuan katalog. Limbah kain yang tak berguna diolah menjadi tas serut, dompet, pouch make up, dan srunchie dengan desain modern, menarik konsumen. Produk ini mengubah limbah tak berguna jadi barang berpotensi penambah nilai promosi, melalui kerja sama dengan penjahit sekitar lokasi Bernama Ibu Kustini. Menjawab tantangan pemasaran, Tim KKN membuat konten TikTok dan katalog dengan foto baru yang lebih menarik dan relevan. Tak hanya itu, Tim KKN juga Menyusun caption konten promosi yang disesuaikan dengan target pasar muda dan professional. Upaya ini bertujuan memperkuat citra dan daya Tarik Nafri Fashion.

Kolaborasi langsung dengan Nafri Fashion membuat program ini sukses. Produk daur ulang, konten TikTok, dan katalog baru memperkuat posisi UMKM ini di pasar digital. Nafri Fashion kini lebih kompetitif, membuktikan limbah celana kantor bisa jadi sumber promosi baru sambil menginspirasi keberlanjutan dan kreativitas di industri konveksi.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *