Sabtu, Desember 6, 2025
BahasaPendidikanUncategorized

JAMU JELLY: CARA KREATIF MAHASISWA KKNT UNDIP CIPTAKAN  INOVASI ANAK SUKA MINUM JAMU HERBAL DI PEDURUNGAN KIDUL

Pedurungan Kidul, Kota Semarang 23 Juli 2025.  Biasanya, jamu hanya disukai oleh kalangan orang dewasa, karena rasa yang cenderung pahit dan asam, sedikit sekali anak-anak yang menyukainya. Mahasiswa KKN-T UNDIP TIM 104 ciptakan diversifikasi jamu menjadi bentuk jelly. Berawal dari mengatasi permasalahan anak tidak menyukai jamu, mahasiswa KKN-T TIM 104 Kelompok 4 Universitas Diponegoro, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Riris Tiani, S.S., M.Hum., dan Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. ini, ciptakan sebuah inovasi produk jamu berbentuk jelly.

Jamu Jawa Asli Bu Sum merupakan satu usaha UMKM jamu milik Bu Suminah yang ada di Pedurungan Kidul. Jamu Bu Sum ini menjual jamu cair dan jamu instan seperti, beras kencur, gula asem, kunir asem, brotowali, sirih, dan mengkudu. Biasanya, Bu Sum menjual jamu disekitar area Pedurungan Kidul dengan menggunakan motor, di instansi, dan juga di online shop. Produk jamu yang diperoleh untuk produksi jelly ini berasal dari mitra mereka yakni Bu Sum.

Berbeda dengan jamu tradisional yang memiliki rasa pahit dan aroma menyengat, jamu jelly dapat dikombinasikan dengan pemanis alami seperti madu atau gula aren untuk menciptakan rasa yang lebih menarik bagi anak-anak. Produk yang dihasilkan menggunakan berbagai rempah berkhasiat seperti Jahe, Kunir Asem, Temulawak. Implementasi program KKN-T UNDIP ini meliputi kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh beberapa unsur masyarakat seperti perangkat kelurahan, pelaku UMKM, ibu-ibu PKK, perwakilan setiap RW, dan beberapa warga yang antusias ingin mengikuti.

“Sangat berterimakasih karena sudah diadakan acara sosialisasi tentang jamu jelly, karena agar generasi muda juga mengenal jamu tradisional yang kaya akan manfaatnya untuk kesehatan jadi tidak harus bergantung dengan obat bahan kimia.” Ujar Bu Mulyaningsih selaku ketua tim PKK Pedurungan Kidul. “Adanya inovasi jamu jelly ini, untuk anak-anak yang tadinya tidak mau minum jamu, dan kemudian di cetak dengan beraneka bentuk mereka jadi tertarik dan mau memakannya, saya salut dengan anak-anak KKN dari UNDIP.”

Lewat inovasi ini, mahasiswa KKN-T UNDIP Tim 104 Pedurungan Kidul, di bawah arahan Riris Tiani, S.S., M.Hum., dan Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., membuktikan bahwa jamu jelly ini merupakan respon terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat dalam memperkenalkan manfaat jamu kepada generasi muda dan juga menghasilkan solusi inovatif yang memberikan dampak peluang positif bagi ekonomi baru di Pedurungan Kidul.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *