Rabu, Februari 18, 2026
BahasaPendidikanUncategorized

Dari Jelantah Jadi Berkah: Inovasi Lilin Aromaterapi dari Minyak Bekas di Desa Rembun

Desa Rembun, Siwalan – Biasanya, minyak jelantah hanya berakhir di selokan atau ditaruh di botol bekas dan menunggu waktu untuk dibuang. Tapi di tangan Mahasiswa KKN-T UNDIP TIM 15 Desa Rembun, minyak bekas goreng tahu-tempe itu justru naik kelas menjadi lilin aromaterapi yang estetik dan bernilai ekonomi.

Berangkat dari kepedulian terhadap pencemaran lingkungan akibat limbah minyak goreng, terutama dari Ibu rumah tangga di Desa Rembun, mahasiswa KKN-T TIM 15 Kelompok 2 Universitas Diponegoro, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Riris Tiani, S.S., M.Hum., Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., dan Dr. Nailul Fauziyah, S.Psi., M.Psi., menggagas sebuah inovasi produk berbasis ekonomi sirkular. Mereka mengolah minyak jelantah menjadi produk baru yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi membuka peluang usaha baru: lilin aromaterapi dari minyak jelantah.

Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK Desa Rembun sebagai mitra utama dalam pelatihan. Selain memberikan edukasi mengenai bahaya pembuangan limbah jelantah terhadap lingkungan, para mahasiswa juga menyelenggarakan pelatihan langsung pembuatan lilin aromaterapi dengan berbagai varian aroma seperti kopi dan jasmine. Pelatihan ini mencakup proses penyaringan minyak bekas, pencampuran bahan tambahan, hingga pencetakan lilin dalam kemasan menarik.

Inovasi ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan Ibu-ibu PKK dengan menjadikan limbah sebagai bahan dasar produk kreatif, mahasiswa berusaha menciptakan solusi yang tidak hanya menyentuh aspek lingkungan, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pemberdayaan masyarakat berbasis lokalitas, di mana keterlibatan aktif warga—terutama ibu-ibu PKK—didorong agar mampu mengembangkan produk ini secara mandiri, bahkan setelah program KKN selesai. Lewat inovasi ini, Mahasiswa KKN-T UNDIP TIM 15 Rembun, di bawah arahan Riris Tiani, S.S., M.Hum., Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., dan Dr. Nailul Fauziyah, S.Psi., M.Psi., membuktikan bahwa berkah bisa datang dari mana saja, bahkan dari setetes minyak jelantah yang selama ini dianggap tidak berguna. Dengan kreativitas dan kepedulian lingkungan, suatu limbah bisa berubah menjadi harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *