Sabtu, Desember 6, 2025
BahasaPendidikan

Dari Limbah Jadi Berfaedah: KKN TIM 1 KKN IDBU 86 Universitas Diponegoro Ajarkan Pemanfaatan Hidroponik dari Sampah Anorganik

Semarang, 20 Juli 2025 – Galon dan cup air sekali pakai biasanya berakhir di tempat sampah dan menjadi limbah tak terpakai. Namun, di tangan mahasiswa KKN IDBU UNDIP TIM 86 Penggaron Kidul, limbah tersebut disulap menjadi wadah hidroponik skala rumahan. Berawal dari program pengumpulan sampah anorganik yang dilakukan di RW 01 Kelurahan Penggaron Kidul, mahasiswa KKN IDBU UNDIP TIM 86, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., Ibu Riris Tiani, S.S., M.Hum., dan Bapak Bagus Nuari Priambudi, S.T., M.T. menggagas sebuah program inovatif yang menggabungkan pengelolaan sampah dan ketahanan pangan. Melalui program “Edukasi Hidroponik Skala Rumah Tangga Berbasis Daur Ulang Sampah Anorganik sebagai Solusi Ketahanan Pangan Masyarakat Kelurahan Penggaron Kidul” mahasiswa KKN IDBU UNDIP TIM 86 berhasil mengubah galon dan cup air bekas menjadi media tanam hidroponik. Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah, tetapi juga memotivasi masyarakat untuk melestarikan lingkungan dan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Sebagai bentuk implementasi program, kegiatan ini berfokus pada Ibu-Ibu kelompok PKK di RW 01 Kelurahan Penggaron Kidul sebagai mitra utama. Para peserta diberikan edukasi tentang pemilahan sampah dan pelatihan teknis pembuatan instalasi hidroponik sederhana berbasis daur ulang. Pelatihan ini terdiri dari pemberian kain flanel sebagai alat peresap air ke tanaman, pemberian arang, pemasangan kawat sebagai penyangga antar galon dan cup, serta penanaman bibit kangkung. Pemilihan kangkung bukan tanpa alasan. Sayuran ini kaya akan serat, vitamin A, vitamin C, zat besi, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan mata, jantung, dan kulit serta dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Dari sisi pertanian, kangkung juga memiliki pertumbuhan yang cepat dan dapat dipanen berulang kali. Selain kangkung, sistem hidroponik ini juga cocok untuk tanaman lain seperti selada, bayam, seledri, pakcoy, dan daun mint.

Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN menunjukkan aksi nyata dalam  mendukung urban farming dan pengelolaan sampah anorganik secara mandiri oleh masyarakat. Selain memberikan solusi atas permasalahan sampah, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan di kalangan warga RW 01. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan kegiatan ini dapat terus berjalan secara mandiri di masa depan. Kegiatan ini membuktikan bahwa  sesuatu yang semula dianggap limbah ternyata dapat menjadi peluang baru bagi pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan lokal.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *