“Sustainable : Mahasiswa KKN-T UNDIP Menyulap Taman RW Menjadi Taman Biopori Penyelamat Resapan Air”

Kelurahan Pedurungan Kidul, Kota Semarang 23 Juli 2025- Mahasiswa KKN-T TIM 104 Kelompok 1 Universitas Diponegoro, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Riris Tiani, S.S., M.Hum., dan Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum menggelar program sosialisasi dan praktik langsung pengolahan sampah organik melalui pembuatan lubang biopori dan eco enzyme bersama warga Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan dari tanggal 17-22 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bertajuk “Integrasi Biopori dan Eco-Enzyme sebagai Solusi Zero Waste untuk Mendukung UMKM Lokal dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan” yang bertujuan mengajak masyarakat melihat pentingnya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dan meningkatkan potensi penjualan pupuk organik.

Program ini berangkat dari realitas bahwa sebagian besar sampah rumah tangga masih berakhir di tempat pembuangan akhir tanpa proses pemilahan dan pengolahan. Padahal, sebagian besar limbah yang dihasilkan sehari-hari berupa sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, dan sayuran yang masih bisa dimanfaatkan. Melalui lubang biopori dan cairan eco enzyme, mahasiswa KKN-T TIM 104 UNDIP berupaya menghadirkan solusi yang dapat diterapkan langsung oleh warga dengan bahan dan alat yang mudah diperoleh.

Kegiatan pembuatan lubang biopori dilakukan di beberapa titik, salah satunya berada di taman RW 08. Lubang biopori merupakan teknik konservasi air yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter sekitar 10 cm dan kedalaman sekitar 40 cm. Di dalam lubang ini, sampah organik seperti sisa sayur, buah, atau daun kering bisa dimasukkan, yang kemudian akan terurai secara alami dan membentuk kompos. Mahasiswa KKN-T TIM 104 UNDIP berhasil memanfaatkan lahan dan mengubahnya menjadi Taman Biopori. Praktik pembuatan lubang biopori dimulai dengan membuat lubang dan memasang pipa paralon biopori. Selanjutnya sampah organik dari dapur masing-masing dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk proses dekomposisi alami. Pemasangan biopori dilanjutkan di wilayah RW 03 yang dibagi ke dalam beberapa RT yakni RT 01, RT 02, dan RT 04.
Tidak hanya melakukan pembuatan lubang biopori, mahasiswa KKN-T TIM 104 UNDIP juga memberikan pendampingan pembuatan eco enzyme, yakni cairan hasil fermentasi kulit buah dan sayuran dengan gula yang memiliki berbagai fungsi, mulai dari pembersih lantai alami, pupuk cair, memperbaiki kualitas air dan mengurangi bau pada selokan. Pembuatan eco enzym memanfaatkan limbah rumah tangga dari Ibu-Ibu Kader PKK RW 03 dan RW 08.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga, khususnya ibu rumah tangga dan para kader lingkungan setempat. “Terkait sosialisasi eco enzym banyak yang berminat dan akan mencoba, saya secara pribadi juga sangat tertarik.” ujar Ibu Hj. Sumbangsih Sie Pembangunan Lingkungan Hidup RT 02 RW 03. Selain itu, Ketua RT setempat juga mengapresiasi langkah mahasiswa KKN yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan lingkungan di tingkat komunitas kecil.
Mahasiswa KKN-T TIM 104 UNDIP berharap program ini tidak hanya berhenti pada sosialisasi sesaat, tetapi mampu menjadi langkah baik bagi masyarakat dalam mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui lubang biopori dan fermentasi eco enzyme, mahasiswa bersama warga membuktikan bahwa solusi lingkungan dapat dimulai dari rumah, dari sampah yang selama ini dianggap tak bernilai.
