Menemani Anak Trail Run

Cukup banyak yang aku suka dari dunia olahraga. Olahraga mengedepankan sportivitas, kesetiaan dan kekompakan, kejujuran, kedisiplinan, latihan keras, dan pantang menyerah. Dan sudah beberapa kali aku menemani anak trail run di Jawa.
Karakter lokasi berbeda-beda. Kadang mengarah ke gunung, lembah, hutan, rawa, perkampungan, perkebunan, jurang-jurang, kalau musim hujan harus melewati lumpur, kalau musim panas harus melewati tempat berdebu.
Tempat acara biasanya di pojok-pojok kaki gunung. Yang hebat, pesertanya ribuan. Bisa dua ribuan, tiga ribuan, bahkan ada yang membatasi lima ribu peserta. Yang datang jauh-jauh dari berbagai kota di Jawa, bahkan tidak jarang ada yang dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan berbagai tempat lain di luar Jawa.
Sebagai bapak yang menemani anak, aku menikmati untuk sekedar piknik, bisa menikmati alam yang indah, sambil bisa kulineran tipis-tipis. Kadang, aku juga ikut berjalan kaki ke sana ke mari.
Di lokasi trail run, aku rakyat yang menemani anak. Pernah beberapa kali karena ingin mengambil posisi yang bagus untuk memfoto anak, aku diusir panitia. “Pak di situ untuk tamu VIP.” Tanpa protes, aku pindah menjauh agar tidak diusir-usir lagi. Aku jadi belajar. Ternyata pejabat tetap berkuasa di mana-mana. Termasuk di ruang olahraga.

Mau parkir kadang sulit, diarahkan sangat jauh. Tapi, aku lihat beberapa kendaraan bisa melenggang keluar masuk hingga sangat dekat tempat upacara. Lagi-lagi tampaknya itu mobil pejabat. Begitulah.
Karater kepanitiaan berbeda-beda. Ada yang terlihat profesional, ada yang masih amatiran.
Karena didatangi ribuan orang, biasanya kami pesan tempat nginap minimal sebulan sebelumnya, bahkan pernah dua bulan sebelumnya. Kalaut tidak begitu, bisa tidak dapat. Di sekitar trail run yang sangat ramai itu, tentu perekonomian agak bergeliat.
